Friday, 26 December 2014

Kompleksitas Algoritma

BAB 2
Kompleksitas Algoritma

Jenis algoritma
•         Divide and conquer : menyederhanakan problem yang besar.
•         Greedy methode : mencari yang optimal pada saat itu.
Algoritma : jumlah langkah yang berhingga (finite) instruksinya jelas
Contoh : for i do 10 then .....

Tujuan Menganalisis Algoritma

•         Efisiensi waktu
•         Efisiensi storage

Analisis algoritma
ü  Menentukan karakteristik kinerja (memprediksi sumber daya)
ü  Mengapa ?
ü  Memilih algoritma yang paling efisien dari beberapa alternatif penyelesaian untuk kasus yang sama
ü  Mencari waktu yang terbaik untuk keperluan praktis
ü  Apakah algoritma itu optimal untuk beberapa kasus atau ada yang lebih baik

Runing time
•         fungsi dari input size
•         Memanggil instruksi sederhana dan mengakses ke memory word sebagai “primitive operation” atau “step”
•         Jumlah step eksekusi algoritma pada input tersebut
•         Dikenal juga “complexity and input”

Kompleksitas tergantung
Ø  Ukuran input à bergantung pada problem
Ø  Misalkan jumlah data yang diurutkan
Ø  Karakter lain dari input
Ø  Apakah data sudah terurut
Ø  Apakah ada lingkaran dalam grafik

Kompleksitas
•         Worst-case : kompleksitas waktu untuk waktu terburuk (waktu tempuh bernilai maksimum dari suatu fungsi f(n)) atau Tmax(n)
•         Best-case : kompleksitas waktu untuk waktu terbaik (kompleksitas waktu yang bernilai minimum dari suatu fungsi f(n)) atau Tmin(n)
•         Average-case : kompleksitas waktu untuk kasus rata-rata

Metode Analisis
  1. Asymptotic/theoretic/mathematic : berdasarkan pendekatan secara teori atau atas dasar analisa secara matematik
  2. Empirical/Practical/Empiris/Praktis : berdasarkan pendekatan praktis yang biasanya didasarkan atas data-data yang telah ada atau data-data yang di-generete / dibangkitkan

Asymptotic
•         Menggambarkan karakteristik/perilaku suatu algoritma pada batasan tertentu (berupa suatu fungsi matematis)
•         Dituliskan dengan notasi matematis yg dikenal dgn notasi asymptotic
•         Notasi asymptotic dapat dituliskan dengan beberpa simbul berikut
  • Q, O, W, o, w

Notasi Asymptotic
  • Q, O, W, o, w
•         Didefinisikan untuk fungsi diatas nilai biasa
–        Contoh: f(n)  =  Q(n2).
–        Menggambarkan bagaimana fungsi f(n) tumbuh pd pembandingan untuk  n2.
•         Mendefinisikan himpunan fungsi ;
•         Pada prakteknya untuk membandingan 2 ukuran fungsi.
•         Notasi menggambarkan perbedaan  rate-of-growth hubungan antara definisi fungsi dan definisi himpunan
•         fungsi.



0 komentar:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html